
Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi menandatangani nota kesepakatan terkait sinergi perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di bidang meteorologi, klimatologi dan geofisika serta modifikasi cuaca di wilayah Jawa Barat. Plt. Kepala Pelaksana BPBD Jabar, Anne Hermadianne Adnan didampingi Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda, Budi Budiman Wahyu hadir dalam penandatanganan kesekapatan ini yang berlangsung di Kantor Pusat BMKG, Jakarta pada Rabu (12/3).
Hadir secara langsung Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dan Kepala BMKG, Dwikorita sebagai perwakilan masing-masing pihak. Nota kesepakatan ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, mitigasi bencana hidrometeorologi, serta pemanfaatan teknologi modifikasi cuaca guna mengurangi risiko bencana di Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Kepala BMKG menyatakan siap untuk terus mendampingi dan meningkatkan kerja sama yang sudah terjalin selama ini melalui pendidikan, edukasi, literasi, gladi ataupun melalui konsultasi. “Kita tanbah peralatan-peralatan konservasi, radar, atau peralatan-peralatan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kecepatan, ketepatan, dan akurasi,” pungkasnya.
Dengan adanya kerja sama ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan BMKG menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan ketahanan daerah terhadap bencana, memperkuat sistem peringatan dini, serta memastikan pembangunan yang berkelanjutan.
Penulis: Nadya Ayu