Hero section image background

Operasi Modifikasi Cuaca, Upaya Jabar Tekan Risiko Bencana Akibat Hidrometeorologi

Rabu, 12 Maret 2025

Pra Bencana

74

Postingan ini dilihat

0

Postingan ini dibagikan

Poster post Operasi Modifikasi Cuaca, Upaya Jabar Tekan Risiko Bencana Akibat Hidrometeorologi

Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi memulai Operasi modfikasi Cuaca (OMC) untuk mengurangi risiko banjir akibat curah hujan tinggi. Pembukaan posko dan operasi ini bertempat di Lanud Husein Sastranegara oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi didampingi Sekretaris Daerah JAbar, Herman Suryatman, dan Plt. Kepala Pelaksana BPBD Jabar, Anne Hermadianne Adnan pada Selasa (11/3).

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto hadir dalam kegiatan ini memaparkan rencana operasi dan tujuan dari modifikasi cuaca yang dilakukan. Disampaikan olehnya, operasi ini bukan bertujuan untuk menghilangkan hujan melainkan mengurangi intensitas hujan lebar agar daya tampung air di wilayah Jawa Barat tetap terkendali.

“Hasil akhir dari operasi modifikasi cuaca ini adalah hujan yang diprediksi lebat akan turun menjadi hujan sedang”, jelasnya.

Gubernur Jawa Barat di hadapan media menegaskan bahwa operasi modifikasi cuaca ini sebagai bagian ikhtiar yang dilakukan Pemprov Jabar agar bencana ini tidak terus berlanjut.

“Kita harus melakukan taubat ekologi, pemerintah memperbaiki diri, memperbaiki tata ruang, memperbaiki pola hidup masyarakatnya agar tidak lagi merusak sungai,” ungkapnya.

Operasi Modifikasi Cuaca di Jawa Barat ini merupakan hasil kerja sama antara Pemprov Jabar, BNPB, BMKG, TNI AU, dan berbagai pihak terkait. Operasi ini berlangsung mulai tanggall 11 - 20 Maret 2025 mendatang. Diharapkan dengan adanya langkah ini, dampak bencana akibat fenomena hidrometeorologi di Jawa Barat dapat ditekan.

Penulis: Nadya Ayu