
"Akibat banjir yang terjadi tanggal 3 Maret kemarin di Kabupaten Bogor, yang terdampak tidak terlalu masiv meskipun ada korban jiwa, pengungsian juga sudah tidak ada, dan sudah surut airnya. Tapi menyisakan bencana adalah infrastruktur. Terutama adalah jembatan yang terputus," ujar Kepala BNPB, Suharyanto di lokasi pembangunan jembatan bailey Jogjogan.
Akibat bencana banjir (3/3) lalu itu, 7 jembatan penghubung di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor terputus. Termasuk jembatan yang menghubungkan Kampung Jogjogan Desa Jogjogan dengan Kampung Hankam Desa Leuwimalang Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor tersebut.
Kepala BNPB hadir didampingi oleh jajaran Pejabat BNPB, Deputi Bidang Sistem dan Strategi, Raditya Jati, Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi dan Plt. Deputi Logistik dan Peralatan, Jarwansah, Direktur Dukungan Sumberdaya Darurat, Agus Riyanto, dan Tenaga Ahli, Ary Laksamana Wibowo, Rabu (12/3). Hadir pula Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Provinsi Jawa Barat, Bambang Imanudin beserta pejabat fungsional BPBD Provinsi Jawa Barat. Hadir juga Forkopimda Kabupaten Bogor dan Forkopimcam Cisarua.
Setelah meninjau dan berdiskusi dengan para tentara yang berjibaku membangun jembatan Jogjogan, rombongan menuju jembatan kedua yang putus dan sedang diperbaiki, Jembatan Neglasari, Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.
Kedua jembatan bailey tersebut dibangun dengan dana siap pakai BNPB.
Penulis: Vivi Silvia