skip to Main Content

Jawa Barat Tangguh Bencana – Talkshow PR FM bersama BPBD Jabar

Bencana merupakan peristiwa yang paling kita hindari karena mengakibatkan hal-hal yang tidak baik dalam keberlangsungan hidup seperti kehilangan nyawa, barang-barang berharga, hewan ternak dan lain sebagainya, salah satu provinsi yang sering terjadi bencana adalah provinsi Jawa Barat.

Jawa Barat sendiri berada dalam peringkat ke-12 mengenai indeks resiko bencana secara nasional karena jenis-jenis kebencanaan lengkap ada di Jawa Barat seperti gunung berapi,gempa, banjir, longsor, angin puting beliung, kebakaran lahan atau pemukiman, bencana non-alam seperti kegagalan teknologi, wabah, dsb, dan bencana sosial seperti adanya konflik sosial.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat Dani Ramdan, hadir dalam talkshow di PR FM Radio yang betempat di Jl. Asia Afrika No.77 Braga, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat pada Selasa (2/3/21), dengan membawa materi mengenai kerangka kerja BPBD dalam jangka panjang dan jangka tahunan serta cara membangun budaya tangguh bencana di Jawa Barat

Dalam menghadapi bencana-bencana BPBD sudah menyiapkan hal utama yang telah disiapkan yaitu pada tahun 2020 BPBD sudah menerbitkan peraturan gubernur no.1 tahun 2020 mengenai peningkatan budaya tangguh bencana masyarakat Jawa Barat atau dalam bahasa akademisnya yaitu (blue print Jabar resilience culture province ini kurang tau benar atau engaganya) sebagai kerangka kerja BPBD dalam jangka panjang dan jangka tahunan.

  1. Untuk jangka panjang yaitu mencakup membangun ketahanan ditingkat masyarakat, membangun ketahanan dari sisi ilmu pengetahuan dan teknologi, membangun kelentingan dari sisi insfrastruktur, lalu kelentingan dari sisi institusi seperti kebijakan tata ruang, kebijakan perizinan, dan sebagainya, lalu daya dukung lingkungan mengani hutan, sungai, laut, dan terakhir adalah dari segi pendanaan.
  2. Untuk jangka tahunan dapat dilihat dalam bentuk program-program desa tangguh bencana, keluarga tangguh bencana, satuan pendidikan aman bencana dalam bentuk sosialisasi, edukasi, dan simulasi.

Dengan kerangka kerja BPBD dalam jangka panjang dan tahunan diharap dapat meningkatkan budaya tangguh bencana masyrakat terutama di Jawa Barat sehingga masyarakat Jawa Barat dapat melindungi daerah dan pemukimannya masing-masing dengan baik dan benar.

Ditahun ini dimana kita memasuki musim hujan lebih cepat dari sebelumnya karena adanya fenomena La Nina yang menyebabkan adanya bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, tanah bergerak, angin puting beliung dan cuaca eskstrim maka diseluruh Kabupaten Kota Jawa Barat ditetapkan dengan status siaga darurat.

Dengan status siaga darurat BPBD terutama di provinsi Jawa Barat mengadakan apel kesiapan dengan TNI/POLRI, SAR, PMI, dinas-dinas seperti Dinas PU, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan sebagainya. Lalu gelar pasukan dengan hanya perwakilannya saja, mengecek peralatan, dan mengadakan rapat koordinasi secara visual.

Selain itu masyarakat pun ikut serta dalam menghadapi bencana di daerahnya masing-masing dengan bekerjasama dengan BPBD dalam kerangaka kerja BPBD jangka tahunan salah satunya adalah program desa tagguh bencana yang dimana terdapat 500 desa yang dalam status waspada dan 100 hingga 150 desa diantaranya sudah menerapkan program desa tangguh bencana dan satuan pendidikan aman bencana. Dengan itu BPDB menitipkan program didesa maupun disekolahan.

Contoh program yang ada didesa adalah:

  1. Mewajibkan APBD desa itu harus mengalokasikan dana penanggulan bencana baik untuk upaya pencegahan/ mitigasi, tanggap darurat termasuk pemulihan.
  2. Membentuk satgas di desa untuk penangguangan bencana
  3. Mempunyai peralatan min. tenda, rakit perahu, pelampung, cangkul yang cukup, alat kebersihan, daput umum, pelatihan secara regular untuk mengenali kerawanan desa.

Lalu program satuan Pendidikan aman bencana dilaksanakan di taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, madrasah dan pasantren, yang dilakukan dalam satuan pendidikan aman bencana adalah:

  1. Mendatangi sekolah-sekolah kemudian meyisipkan kurikulum bencana kepada pendidikan geografis, IPS atau pendidikan apapun oleh gurunya. Pendidikan bencana ini tidak harus menjadi pelajaran resmi namun simulasinya harus dilakukan baik untuk anak-anak maupun guru.
  2. Bangunan sekolah yang harus aman dari bencana, jangan mudah ambruk atau tidak ada tempat-tempat evakuasi, dan tidak ada pintu-pintu yang sempit apalagi jika sekolah tersebut terdapat di daerah yang rawan bencana.

Beliau berpesan dalam talkshow ini untuk bisa membangun budaya tangguh bencana di Jawa Barat paling tidak ada 3 hal yang harus kita lakukan secara rutin sebagai sebuah prosedur tetap, seperti:

  1. Selalu mengetahui bahaya ataupun resiko bencana disekiar kita.
  2. Lakukan pengurangan resiko baik secara individual maupun bersama-sama komunitas disekitar kita (dikantor, pemukiman sekola, dll).
  3. Harus siap untuk selamat yaitu harus tau ilmunya dan berlatih untuk mempraktekannya.

Program-program yang disertai cara membangun budaya tangguh bencana tersebut merupakan kegiatan yang harus dilakukan oleh setiap lapisan masayrakat karena dengan melakukan program dan kegiatan tersebut kita bisa lebih mengerti dan paham mengani apa apa saja yang harus dilakukan dalam keadaan bencana dan hal-hal yang harus disiapkan jika terjadi sebuah bencana yang tidak diinginkan.

This Post Has 0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back To Top
error:
Open chat
Hallo ada yang bisa kami Bantu