Berita Kegiatan

Berita Kegiatan (50)

17
January


Giat Kepala Pelaksana BPBD Prov. Jabar dalam rangka mendampingi Bapak Gubernur Jawa Barat memberikan bantuan bagi para Korban Banjir Bandang di Kota Bima-NTB, Senin, 16 Januari 2017

20
December

KOTA BANDUNG – BPBD Provinsi Jawa Barat menerima kunjungan Badan Legislasi Daerah DPRD Kota Sukabumi beserta BPBD Kota Sukabumi pada hari Rabu, 14 Desember 2016 di Aula BPBD Provinsi Jawa Barat. Ketua Badan Legislasi Daerah DPRD Kota Sukabumi Ir. Henry Slamet diterima kedatangannya oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Mohamad Warsajaya, SH. M.Si dan PLT Sekertaris Badan Abud Setia Budiman, S.Sos M. Mpd.

Pada kunjungan kerja ini Banleg DPRD Kota Sukabumi datang dengan misi untuk mewujudkan perda tentang kebencanaan. Menurut Henry perda kebencanaan dinilai sangat dibutuhkan Kota Sukabumi, karena di masa sekarang kerusakan alam di berbagai tempat bisa berakibat bencana kepada Kota Sukabumi. Hal senada diutarakan oleh Kasi Kedaruratan Budi Budiman SKM, M.kes bahwa perda tentang kebencanaan diperlukan setiap kabupaten dan kota yang memiliki resiko bencana, karena sampai saat ini baru dua kabupaten yaitu Kabupaten Bandung dan Kabupten Bogor yang memiliki peraturan yang mengatur tentang kebencanaan, peraturan itu mengatur terutama tentang dana tak terduga. Dengan adanya dana tak terduga ini, penanganan tanggap darurat bisa lebih cepat ditangani karena bisa dicairkan oleh bupati langsung, dengan cepatnya dana turun ke daerah bencana, penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pun akan lebih cepat terlaksana. Budiman juga menambahkan bahwa yang terpenting dalam penanganan bencana adalah pencegahan dan kesiapsiagaan, bilamana pencegahan dan kesiapsiagaan bencana sudah sempurna, maka keadaan siaga darurat akan lebih mudah ditangani.

Dengan dilaksanakannya diskusi ini, diharapkan Badan Legislasi Daerah DPRD Kota Sukabumi mendapatkan Informasi - Informasi yang bermanfaat untuk pembentukan Perda tentang kebencanaan yang nantinya akan berguna untuk masyarakat. (RH)

12
December

Bimbingan Teknis Pengelolaan TIK Pusdalops dilaksanakan BNPB yang dihadiri oleh 45 Provinsi, Kabupaten/Kota di Indonesia. yang dilaksanakan di Hotel Arya Duta Tangerang Pada Tanggal 7 Desember sampai dengan 9 Desember 2016, yang diisi oleh Bapak Nanda Bachtiar Perwakilan BPBD Kabupaten Serang Banten menjelaskan mengenai penggunaan template website untuk kebutuhan BPBD dalam melaporkan data dan informasi bencana yang akan disimpan ke cloud computing BNPB.


Pusat Data Informasi dan Humas BNPB membangun media penyimpanan data dan informasi yang cukup besar dengan menggunakan teknologi cloud computing . Hal tersebut untuk menyediakan layanan kepada BPBD Provinsi, Kabupaten/Kota yang membutuhkan tempat penyimpanan data secara online yang terhubung dengan jaringan internet. Mendapatkan template website yang sederhana untuk selanjutnya dapat dikembangkan kembali sebagai tujuan untuk kebutuhan BPBD serta aplikasi DIBI (Data Informasi Bencana Indonesia) untuk diintegrasikan ke DIBI Nasional. Mendapatkan Bimbingan teknis untuk pengenalan mengakses cloud computing, membuat artikel di template website sederhana, dan mengenali struktur database DIBI Nasional. Mendapatkan Bimbingan Teknis Membuat artikel dan pengelolaan data dari BPBD Kabupaten Serang Provinsi Banten oleh Bapak Nanda. Diharapkan BPBD Provinsi Jawa Barat dapat mengembangkan aplikasi bencana yang nantinya dapat diintegrasikan dengan DIBI Nasional dan di simpan di cloud computing BNPB. Dengan terwujudnya data dan informasi yang terpusat dan terintegrasi dengan DIBI maka menghasilkan data dan informasi yang dapat di analisa dan dimanfaatkan oleh masyarakat indonesia khususnya di Jawa Barat.

08
December

JAKARTA – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Provinsi Jawa Barat, DR. R. Haryadi Wargadibrata bersama 60 orang pegawai BPBD Jabar  mengunjungi kantor BMKG Pusat pada hari Selasa, tanggal 29 November 2016. Kunjungan ini diterima oleh Kepala Biro Hukum dan Organisasi BMKG, Wahyu Adji Herpriasono SH. DESS di ruangan Crisis Centre BMKG.

“Start awal mengantisipasi bencana baik BNPB dan BPBD semua mengacu pada informasi BMKG, mudah mudahan kita bisa menjiwai dan menghargai hasil hasil kerja BMKG yang sangat diperlukan oleh masyarkat.” Ujar Haryadi Wargadibrata. Kalak BPBD berharap mempererat kerjasama yang sudah baik terjalin diantara BMKG dan BPBD karena hal ini merupakan hal yang essensial dalam mengurangi resiko bencana.

Hal senada diutarakan Wahyu Adji bahwa BMKG melalui BPBD berharap informasi dari BMKG sampai ke masyarakat sihngga dapat mengurangi potensi bencana. “Terutama sebentar lagi kita akan menghadapi puncak musim hujan, harapan kita (BMKG) dengan kesiapsiagaan dan kewaspadaan BPBD khususnya Provinsi Jawa Barat bisa mengurangi resiko bencana” ujar Wahyu Adji pada sambutannya.

“untuk menghadapi musim hujan, informasi BMKG harus disikapi para kepala daerah sebagai bentuk  penanggulangan bencana dan dengan prakiraan ini lah kita menjadi siaga dan waspada jadi pada saat darurat kita siap mengantisipasi sehingga resiko yang muncul bisa dikendalikan. Inilah bagian dari kontijensi.” Ujar Haryadi Wargadibrata menutup sambutannya.

 

Untuk menutup sambutannya Wahyu Adji ingin mengingatkan bahwa menurut UU No. 31 tahun 2009 bahwa informasi cuaca merupakan milik BMKG yang membuat BMKG menjadi sumber yang terpercaya dalam hal informasi cuaca, BMKG berharap BPBD bisa turut serta mengedukasi masayarakat agar tidak mudah percaya HOAX tentang informasi cuaca di indonesia.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan mengunjungi Ruangan Operational Meteorologi, Operasional Klimatologi, INATEWS dan Simulator Gempa. (RH)

21
November

 

 

FOTO :  (DARI KIRI KE KANAN) : KABID KEDARURATAN DAN LOGISTIK MOHAMAD WARSAJAYA, KABID PENCEGAHAN DAN KESIAPSIAGAAN DANI HERDIANA BERSAMA DENGAN SEKERTARIS KOMISI E HASAN ASYARI

 

BANDUNG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Barat menerima kunjungan kerja dari  Komisi E DPRD Jawa Tengah beserta BPBD Provinsi Jawa Tengah pada hari Kamis, 17 November 2016 di Aula BPBD Provinsi Jawa Barat. Acara ini dihadiri oleh perwakilan komisi E DPRD Jawa Tengah, Perwakilan BPBD Provinsi Jawa Tengah, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Jawa Barat Dani Herdiana, dan Kabid Kedaruratan dan Logistik Mohamad Warsajaya.

Pada kesempatan diskusi bersama, Sekertaris Komisi E DPRD Jateng Hasan Asyari menjelaskan bahwa Jateng memiliki beberapa potensi bencana seperti erupsi gunung merapi di kabupaten Magelang, Boyolali, Klaten, Tegal, Purbalingga, dan Pemalang. Jateng juga memiliki potensi tsunami di wilayah Kebumen, Purworejo, dan Cilacap. Banjir Rob juga mengancam di daerah sekitar Pati dan Grobogan.

Hal senada juga disampaikan Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Jawa Barat Dani Herdiana, “karakteristik bencana Jawa Barat itu kurang lebih ada 17, lebih banyak satu poin dibandingkan provinsi lainnya karena Jabar punya potensi bencana yang disebabkan oleh nuklir dikarenakan jabar memiliki BATAN (Batan Tenaga Nuklir Nasional) yang bertempat dekat ITB, tetapi Alhamduillah kita sudah memiliki renkon nya dan juga sudah teruji.”

Komisi E dan BPBD Provinsi Jawa Tengah juga membahas penaggulangan bencana banjir, longsor dan tsunami dengan penggunaan early waning system.  Hasan Asyari mengatakan bahwa meskipun Jawa Tengah memiliki pengalaman dalam menaggulangi bencana tetapi tetap saja menakutkan ketika bencana besar tiba - tiba terjadi. Maka dari itu untuk mengatasinya diperlukan early warning system. Tetapi hal ini masih terkendala  karena harga satu titik bisa mencapai 500 juta Rupiah.

BPBD Provinsi jawa barat sendiri sudah memiliki early warning system di beberapa titik tempat rawan bencana longsor, banjir, tsunami hasil dari bantuan BNPB dan NGO. Dani Herdiana menyampaiakn disamping menggunakan early waning system, BPBD Provinsi Jawa Barat juga memanfaatkan kearifan lokal masyarakat untuk penanggulangan bencana. “Kita memberikanm pemahaman kepada masyarakat tentang memberdayakan lagi menegenai budaya lokal untuk peringatan dini bencana. Seperti dengan penggunaan kembali kohkol (kentongan)” tandasnya. (RH)

31
October

PANGALENGAN - Memiliki Relawan yang cakap, efektif dan juga efisien dalam Penanggulangan Bencana merupakan  sumber daya  yang sangat dibutuhkan oleh Badan Penaggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Barat, tetapi untuk membentuk relawan yang dibutuhkan diperlukan pelatihan dan pengalaman sehingga para relawan bisa melaksanakan tugasnya dengan baik di lokasi bencana. Maka dari itu  Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Pelatihan Peningkatanan Kapasitas Relawan PB di Kawasan Situ Cileunca Pangalengan Kabupaten Bandung, acara ini  diselenggarakan selama 4 hari dari tanggal 28 – 31 Oktober 2016.  Peserta Pelatihan terdiri  oleh relawan penaggulangan bencana dari seluruh elemen di Jawa Barat. BPBD Provinsi Jawa Barat juga mengundang  berbagai instansi untuk menjadi pemateri dan instruktur diantaranya, Lemhanas RI, Pusdiklat BPNB, BPBD Kabupaten Bandung, RSAU Salamun, Kepala Kantor SAR Bandung, Rescue 512, Vertical Rescue Indonesia, Psychorescue UIN SGD.


Dalam pelatihan ini para relawan mendapatkan ilmu dan kemampuan yang lengkap mulai dari nilai – nilai kebangsaan, dinamika kelompok, sistem dan manajemen kedaruratan PB, SOP Kesiapsiagaan dan kedaruratan, pedoman & kecakapan relawan penaggulangan bencana, pemahaman tugas sektor kesehatan, sektor logstik, sektor evakuasi, evakuasi medan air dan evakuasi medan terjal, tugas TRC Penanggulangan Bencana dan Posko dalam Penggualngan Bencana, tugas sektor sosial dan pengungsi, simulasi pendampingan psikososial, simulasi Penanggulangan Bencana. Pelatihan akhirnya ditutup oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Barat Drs. Dani Herdiana, M,Si pada Senin, tanggal 31 Oktober 2016.

Setelah mendapatkan pelatihan dari para instruktur, para relawan diharapakan memiliki kemampuan dan pengetahuan dasar sehingga dapat melaksanakan tugas dengan maksimal, efektif dan efIsien di lokasi bencana. (RH / HUMAS BPBD PROVINSI JAWA BARAT)

27
October

Giat Sosialisasi Regulisi Bidang Kebencanaan BPBD Prov Jabar, di hadiri beberapa Kab Kota dan OPD se Jabar

06
October

KOTA GARUT – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan melakukan kunjungan ke lokasi bencana dan posko pengungsian korban bencana, sekaligus melaksanakan rapat koordinasi penaggulangan bencana banjir bandang Garut pada hari Rabu, 21 September 2016.

Pada kesempatan ini Gubernur Jawa Barat mengunjungi beberapa posko penampungan juga rumah sakit yang terdampak banjir bandang dan memberikan sejumlah bantuan kepada para korban bencana. Gubernur Jawa Barat meminta seluruh elemen dan instasi untuk penanganan korban bencana banjir mengingat jumlah korban terdampak yang mencapai ribuan, selain itu Gubernur Jawa Barat juga mengingatkan untuk segera memenuhi segala kebutuhan pengungsi setelah berakhirnya prosses evakuasi.

 

 

 

BPBD Provinsi Jawa barat beserta BPBD Garut sudah melakukan langkah – langkah untuk memenuhi kebutuhan para korban terdamapak diantaranya dengan pemberian bantuan logistik meliputi kebutuhan sandang dan pangan dan juga terus berkoordinasi dengan instansi - instansi terkait berkaitan dengan menegenai pendataan kerugian dan kebutuhan para korban terdampak.  (RH Humas BPBD Provinsi Jawa Barat)

 

03
August



KOTA BANDUNG – Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Barat Haryadi Wargadibrata menghadiri  upacara Pembukaan Pendidikan Dasar Wanadri  (PDW) 2016, pada hari Sabtu, 30 Juli 2016 yang bertempat di halaman Gedung Sate Bandung.  Upacara Pembukaan Pendidikan Wanadri 2016 ini dipimpin oleh Bapak Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Dalam kesempatan ini, Bapak Gubernur Jawa Barat mengutarakan harapannya untuk 122 siswa PDW terpilih untuk dapat berbakti dan mengabdikan kemampuan mereka kepada masyarakat Jawa Barat, terutama pada bidang lingkungan, karena Wanadri selama ini sudah membuktikan kontribusi nya pada bidang lingkungan. 112 Siswa PDW ini nantinya akan melaksanakan berbagai macam latihan dan pendidikan di beberapa lokasi di Jawa Barat, seperti cara bertahan hidup dan juga teknik SAR. (RH) 

25
July



KOTA BANDUNG – BPBD Provinsi Jawa Barat mendistribusikan bantuan logistik dari BNPB tahun 2016 Kepada  BPBD Kabupaten Cianjur dan BPBD Kabupaten Sukabumi pada hari Jumat, tanggal 22 Juli 2016. Acara pendistribusian ini juga turut dihadiri oleh Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat Haryadi Wargadibrata.

 Pendistribusian dilakukan untuk menjamin persediaan logistik di setiap BPBD Kabupaten dan Kota di Jawa Barat sehingga siap untuk mengadapi situasi kedaruratan di daerahnya masing – masing.

Peralatan dan kebutuhan logistik yang didistribusikan meliputi, makanan siap saji, lauk pauk, selimut, bahan sandang, perlatan dapur, kidsware, dan kebutuhan penting logstik lainnya. (rh/ Bidang Kedaruratan dan Logistik)

Page 3 of 4

Alamat BPBD Jabar

  • Jalan Soekarno Hatta No. 629, Bandung
  • Telp. 022 -7313267 | 022 - 7310952
  • Fax. 022 - 7315274
  • Email: bpbdprovjabar@gmail.com

Peta Lokasi BPBD Provinsi Jawa Barat

Pengunjung Website