Berita Kegiatan

Berita Kegiatan (26)

26
April

Simulasi yang dilakukan oleh BPBD Provinsi Jawa Barat dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional yang jatuh pada hari Rabu tanggal 26 April 2017 di pelataran halaman Gedung Sate 

22
February

KABUPATEN BANDUNG BARAT – Tiga orang personil BPBD Provinsi Jawa Barat Yayat Syarif Hidayat, Hendra Budiyanto dan Nenden, mengikuti pelatihan SAR berkuda dan SAR K9 selama 6 hari mulai dari tanggal 5 sampai 12 Februari 2017. Pelatihan ini diselenggarakan oleh Badan SAR Nasional di markas pelatihan SAR berkuda  di parongong  dan tempat pelatihan SAR K9 di Cikole Jayagiri.

Pada pelatihan ini para peserta dilatih untuk bisa akrab dan terbiasa dengan kuda, membongkar pasang stalhastel dan kelengkapan berkuda lainnya, melakukan perjalanan dengan kuda, melewati rintangan juga melakukan pemasangan alat bantu korban pada kuda. Selain itu juga peserta mendapat tambahan pelatihan yaitu melakukan pengenalan SAR K9 sehingga para peserta mengetahui teknis penggunaan anjing dalam kegiatan SAR.

Pelatihan SAR berkuda ini dilaksanakan agar para peserta dapat memanfaatkan tenaga hewan untuk membantu kegiatan SAR dan  keadaan bencana. SAR berkuda dipersiapkan  untuk menembus medan yang sulit dilalui oleh kendaraan, tenaganyapun bisa dimanfaatkan dalam proses evakuasi korban.  Sementara itu SAR K9 sangat dibutuhkan untuk pencarian korban, dikarenakan anjing memiliki indra penciuman yang tajam, selain itu anjing juga bisa membantu para rescuer untuk pelaksanaan kegiatan SAR di malam hari, karena anjing memiliki indra yang bisa diandalkanm untuk pencarian pada malam hari.

Diharapkan setelah berakhirnya pelatihan ini para peserta mendapatkan ilmu baru di bidang SAR dan  dimanafaatkan dalam penanggulangan bencana. (RH)

 

 

10
February

KABUPATEN INDRAMAYU – Rabu, 6 Februari 2017, Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jawa Barat mengadakan kegiatan bakti sosial di Kabupaten Indramayu, didampingi oleh Sekda Provinsi Jawa Barat Iwa karniwa  dan juga Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Barat Haryadi Wargadibrata. Acara ini dihadiri oleh masayarakat Desa Tulungagung, kabupaten indramayu yang sampai akhir januari terkena imbas dari meluapnya sungai cimanuk.  

“naiknya debit air sungai cimanuk membuat rumah warga desa tulungagung terendam banjir. Banjir ini diakibatkan oleh debit air yang tinggi, sedimentasi, pintu air yang rusak dan juga sampah. Maka dari itu, saya menghimbau para warga untuk jangan buang sampang sembarangan ke sungai, saya juga memohon bantuan dari bapak sekertaris untuk normalisasi sungai dan memperbaiki beberapa pintu air yang rusak.” Ujar bupati Kabupaten Indramayu Anna Sophanah.

Senada dengan Bupati Kabupaten Indramayu, pada  sambutan pembukaan acara, Sekda Provinsi Jawa Barat barat juga menghimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan karena itu adalah salah satu penyebab pendangkalan. Untuk mengatasi sedimentasi juga rusaknya pintu air  di aliran sungai cimanuk, Sekda  akan menghubungi kepala balai besar wilayah cimanuk. Tak lupa Sekda juga mengapresiasi penannggulangan bencana yang telah dilakukan oleh BPBD dan juga pihak terkait

Kepala DWP Provinsi Jawa Barat Elly Rosita Karniwa berharap seluruh sumbangan yang diberikan DWP Povinsi Jawa Barat  diterima dengan baik oleh seluruh warga karena ini adalah bentuk  kepedulian dari DWP Provinsi Jawa Barat. (RH)

 

   

 

01
February

KOTA BANDUNG - RSAU dr. Salamun menyelenggarakan pelatihan dan simulasi penaggulangan bencana selama dua hari, pada tangagl 26 – 27 Januari 2017, Bekerjasama dengan BPBD Provinsi Jawa Barat, Damkar Kota Bandung dan juga Damkar Bandara Husein Sastranegara. Pelatihan yang dilaksanakan selama dua hari ini diikuti oleh peserta sebanyak 120 orang yang terdiri dari Dokter, Perawat, Staf Rumah sakit dan Warga disekitar Rumah sakit. Hari pertama pelatihan para peserta diberikan pemahaman materi dan teori yang dilaksanakan di dalam ruangan aula RSAU dr. Salamun. Pemateri dari BPBD Provinsi Jawa Barat kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Drs. Dani Herdiana, M.Si memberikan materi tentang kebencanaan dan teori penaggulangan bencana. Pada hari kedua dilaksanakan pelatihan luar ruangan dan simulasi penanggulangan bencana. latihan luar ruangan meliputi praktik mencuci tangan, penanganan hidup dasar, dan cara memadamkan api baik menggunakan fire extinguisher ataupun karung goni basah. Simulasi dilaksanakan dengan skenario gempa bumi dan kebakaran, parapeserta dibagi dalam 4 kelompok yang memiliki tugasnya masing – masing. Sementara itu, Tim Pelatih mengawasi dan menilai performa dari para peserta.

Kepala RSAU dr. Salamun dr. Bambang S. Gunadi, SpRAD, MARS pada saat apel penutupan, mengtakan bahwa pelatihan dan simulasi yang sudah dilaksanakan dengan baik diharapkan menjadi modal bagi RSAU dr. salamun mendapatkan nilai akreditasi yang lebih baik dan yang paling penting adalah mendapatkan ilmu yang dapat diaplikasikan pada keadaan yang sebenarnya. Kepala RSAU dr. Salamun juga mengucapakan terimakasih untuk seluruh pihak yang berkerjasama dan telah membantu kelancaran jalannya pelatihan dan simulasi bencana.

17
January


Giat Kepala Pelaksana BPBD Prov. Jabar dalam rangka mendampingi Bapak Gubernur Jawa Barat memberikan bantuan bagi para Korban Banjir Bandang di Kota Bima-NTB, Senin, 16 Januari 2017

20
December

KOTA BANDUNG – BPBD Provinsi Jawa Barat menerima kunjungan Badan Legislasi Daerah DPRD Kota Sukabumi beserta BPBD Kota Sukabumi pada hari Rabu, 14 Desember 2016 di Aula BPBD Provinsi Jawa Barat. Ketua Badan Legislasi Daerah DPRD Kota Sukabumi Ir. Henry Slamet diterima kedatangannya oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Mohamad Warsajaya, SH. M.Si dan PLT Sekertaris Badan Abud Setia Budiman, S.Sos M. Mpd.

Pada kunjungan kerja ini Banleg DPRD Kota Sukabumi datang dengan misi untuk mewujudkan perda tentang kebencanaan. Menurut Henry perda kebencanaan dinilai sangat dibutuhkan Kota Sukabumi, karena di masa sekarang kerusakan alam di berbagai tempat bisa berakibat bencana kepada Kota Sukabumi. Hal senada diutarakan oleh Kasi Kedaruratan Budi Budiman SKM, M.kes bahwa perda tentang kebencanaan diperlukan setiap kabupaten dan kota yang memiliki resiko bencana, karena sampai saat ini baru dua kabupaten yaitu Kabupaten Bandung dan Kabupten Bogor yang memiliki peraturan yang mengatur tentang kebencanaan, peraturan itu mengatur terutama tentang dana tak terduga. Dengan adanya dana tak terduga ini, penanganan tanggap darurat bisa lebih cepat ditangani karena bisa dicairkan oleh bupati langsung, dengan cepatnya dana turun ke daerah bencana, penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pun akan lebih cepat terlaksana. Budiman juga menambahkan bahwa yang terpenting dalam penanganan bencana adalah pencegahan dan kesiapsiagaan, bilamana pencegahan dan kesiapsiagaan bencana sudah sempurna, maka keadaan siaga darurat akan lebih mudah ditangani.

Dengan dilaksanakannya diskusi ini, diharapkan Badan Legislasi Daerah DPRD Kota Sukabumi mendapatkan Informasi - Informasi yang bermanfaat untuk pembentukan Perda tentang kebencanaan yang nantinya akan berguna untuk masyarakat. (RH)

12
December

Bimbingan Teknis Pengelolaan TIK Pusdalops dilaksanakan BNPB yang dihadiri oleh 45 Provinsi, Kabupaten/Kota di Indonesia. yang dilaksanakan di Hotel Arya Duta Tangerang Pada Tanggal 7 Desember sampai dengan 9 Desember 2016, yang diisi oleh Bapak Nanda Bachtiar Perwakilan BPBD Kabupaten Serang Banten menjelaskan mengenai penggunaan template website untuk kebutuhan BPBD dalam melaporkan data dan informasi bencana yang akan disimpan ke cloud computing BNPB.


Pusat Data Informasi dan Humas BNPB membangun media penyimpanan data dan informasi yang cukup besar dengan menggunakan teknologi cloud computing . Hal tersebut untuk menyediakan layanan kepada BPBD Provinsi, Kabupaten/Kota yang membutuhkan tempat penyimpanan data secara online yang terhubung dengan jaringan internet. Mendapatkan template website yang sederhana untuk selanjutnya dapat dikembangkan kembali sebagai tujuan untuk kebutuhan BPBD serta aplikasi DIBI (Data Informasi Bencana Indonesia) untuk diintegrasikan ke DIBI Nasional. Mendapatkan Bimbingan teknis untuk pengenalan mengakses cloud computing, membuat artikel di template website sederhana, dan mengenali struktur database DIBI Nasional. Mendapatkan Bimbingan Teknis Membuat artikel dan pengelolaan data dari BPBD Kabupaten Serang Provinsi Banten oleh Bapak Nanda. Diharapkan BPBD Provinsi Jawa Barat dapat mengembangkan aplikasi bencana yang nantinya dapat diintegrasikan dengan DIBI Nasional dan di simpan di cloud computing BNPB. Dengan terwujudnya data dan informasi yang terpusat dan terintegrasi dengan DIBI maka menghasilkan data dan informasi yang dapat di analisa dan dimanfaatkan oleh masyarakat indonesia khususnya di Jawa Barat.

08
December

JAKARTA – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Provinsi Jawa Barat, DR. R. Haryadi Wargadibrata bersama 60 orang pegawai BPBD Jabar  mengunjungi kantor BMKG Pusat pada hari Selasa, tanggal 29 November 2016. Kunjungan ini diterima oleh Kepala Biro Hukum dan Organisasi BMKG, Wahyu Adji Herpriasono SH. DESS di ruangan Crisis Centre BMKG.

“Start awal mengantisipasi bencana baik BNPB dan BPBD semua mengacu pada informasi BMKG, mudah mudahan kita bisa menjiwai dan menghargai hasil hasil kerja BMKG yang sangat diperlukan oleh masyarkat.” Ujar Haryadi Wargadibrata. Kalak BPBD berharap mempererat kerjasama yang sudah baik terjalin diantara BMKG dan BPBD karena hal ini merupakan hal yang essensial dalam mengurangi resiko bencana.

Hal senada diutarakan Wahyu Adji bahwa BMKG melalui BPBD berharap informasi dari BMKG sampai ke masyarakat sihngga dapat mengurangi potensi bencana. “Terutama sebentar lagi kita akan menghadapi puncak musim hujan, harapan kita (BMKG) dengan kesiapsiagaan dan kewaspadaan BPBD khususnya Provinsi Jawa Barat bisa mengurangi resiko bencana” ujar Wahyu Adji pada sambutannya.

“untuk menghadapi musim hujan, informasi BMKG harus disikapi para kepala daerah sebagai bentuk  penanggulangan bencana dan dengan prakiraan ini lah kita menjadi siaga dan waspada jadi pada saat darurat kita siap mengantisipasi sehingga resiko yang muncul bisa dikendalikan. Inilah bagian dari kontijensi.” Ujar Haryadi Wargadibrata menutup sambutannya.

 

Untuk menutup sambutannya Wahyu Adji ingin mengingatkan bahwa menurut UU No. 31 tahun 2009 bahwa informasi cuaca merupakan milik BMKG yang membuat BMKG menjadi sumber yang terpercaya dalam hal informasi cuaca, BMKG berharap BPBD bisa turut serta mengedukasi masayarakat agar tidak mudah percaya HOAX tentang informasi cuaca di indonesia.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan mengunjungi Ruangan Operational Meteorologi, Operasional Klimatologi, INATEWS dan Simulator Gempa. (RH)

21
November

 

 

FOTO :  (DARI KIRI KE KANAN) : KABID KEDARURATAN DAN LOGISTIK MOHAMAD WARSAJAYA, KABID PENCEGAHAN DAN KESIAPSIAGAAN DANI HERDIANA BERSAMA DENGAN SEKERTARIS KOMISI E HASAN ASYARI

 

BANDUNG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Barat menerima kunjungan kerja dari  Komisi E DPRD Jawa Tengah beserta BPBD Provinsi Jawa Tengah pada hari Kamis, 17 November 2016 di Aula BPBD Provinsi Jawa Barat. Acara ini dihadiri oleh perwakilan komisi E DPRD Jawa Tengah, Perwakilan BPBD Provinsi Jawa Tengah, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Jawa Barat Dani Herdiana, dan Kabid Kedaruratan dan Logistik Mohamad Warsajaya.

Pada kesempatan diskusi bersama, Sekertaris Komisi E DPRD Jateng Hasan Asyari menjelaskan bahwa Jateng memiliki beberapa potensi bencana seperti erupsi gunung merapi di kabupaten Magelang, Boyolali, Klaten, Tegal, Purbalingga, dan Pemalang. Jateng juga memiliki potensi tsunami di wilayah Kebumen, Purworejo, dan Cilacap. Banjir Rob juga mengancam di daerah sekitar Pati dan Grobogan.

Hal senada juga disampaikan Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Jawa Barat Dani Herdiana, “karakteristik bencana Jawa Barat itu kurang lebih ada 17, lebih banyak satu poin dibandingkan provinsi lainnya karena Jabar punya potensi bencana yang disebabkan oleh nuklir dikarenakan jabar memiliki BATAN (Batan Tenaga Nuklir Nasional) yang bertempat dekat ITB, tetapi Alhamduillah kita sudah memiliki renkon nya dan juga sudah teruji.”

Komisi E dan BPBD Provinsi Jawa Tengah juga membahas penaggulangan bencana banjir, longsor dan tsunami dengan penggunaan early waning system.  Hasan Asyari mengatakan bahwa meskipun Jawa Tengah memiliki pengalaman dalam menaggulangi bencana tetapi tetap saja menakutkan ketika bencana besar tiba - tiba terjadi. Maka dari itu untuk mengatasinya diperlukan early warning system. Tetapi hal ini masih terkendala  karena harga satu titik bisa mencapai 500 juta Rupiah.

BPBD Provinsi jawa barat sendiri sudah memiliki early warning system di beberapa titik tempat rawan bencana longsor, banjir, tsunami hasil dari bantuan BNPB dan NGO. Dani Herdiana menyampaiakn disamping menggunakan early waning system, BPBD Provinsi Jawa Barat juga memanfaatkan kearifan lokal masyarakat untuk penanggulangan bencana. “Kita memberikanm pemahaman kepada masyarakat tentang memberdayakan lagi menegenai budaya lokal untuk peringatan dini bencana. Seperti dengan penggunaan kembali kohkol (kentongan)” tandasnya. (RH)

31
October

PANGALENGAN - Memiliki Relawan yang cakap, efektif dan juga efisien dalam Penanggulangan Bencana merupakan  sumber daya  yang sangat dibutuhkan oleh Badan Penaggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Barat, tetapi untuk membentuk relawan yang dibutuhkan diperlukan pelatihan dan pengalaman sehingga para relawan bisa melaksanakan tugasnya dengan baik di lokasi bencana. Maka dari itu  Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Pelatihan Peningkatanan Kapasitas Relawan PB di Kawasan Situ Cileunca Pangalengan Kabupaten Bandung, acara ini  diselenggarakan selama 4 hari dari tanggal 28 – 31 Oktober 2016.  Peserta Pelatihan terdiri  oleh relawan penaggulangan bencana dari seluruh elemen di Jawa Barat. BPBD Provinsi Jawa Barat juga mengundang  berbagai instansi untuk menjadi pemateri dan instruktur diantaranya, Lemhanas RI, Pusdiklat BPNB, BPBD Kabupaten Bandung, RSAU Salamun, Kepala Kantor SAR Bandung, Rescue 512, Vertical Rescue Indonesia, Psychorescue UIN SGD.


Dalam pelatihan ini para relawan mendapatkan ilmu dan kemampuan yang lengkap mulai dari nilai – nilai kebangsaan, dinamika kelompok, sistem dan manajemen kedaruratan PB, SOP Kesiapsiagaan dan kedaruratan, pedoman & kecakapan relawan penaggulangan bencana, pemahaman tugas sektor kesehatan, sektor logstik, sektor evakuasi, evakuasi medan air dan evakuasi medan terjal, tugas TRC Penanggulangan Bencana dan Posko dalam Penggualngan Bencana, tugas sektor sosial dan pengungsi, simulasi pendampingan psikososial, simulasi Penanggulangan Bencana. Pelatihan akhirnya ditutup oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Barat Drs. Dani Herdiana, M,Si pada Senin, tanggal 31 Oktober 2016.

Setelah mendapatkan pelatihan dari para instruktur, para relawan diharapakan memiliki kemampuan dan pengetahuan dasar sehingga dapat melaksanakan tugas dengan maksimal, efektif dan efIsien di lokasi bencana. (RH / HUMAS BPBD PROVINSI JAWA BARAT)

Page 1 of 2

Alamat BPBD Jabar

  • Jalan Soekarno Hatta No. 629, Bandung
  • Telp. 022 -7313267 | 022 - 7310952
  • Fax. 022 - 7315274
  • Email: bpbdprovjabar@gmail.com

Peta Lokasi BPBD Provinsi Jawa Barat

Pengunjung Website