Artikel

Artikel (20)

25
February

JAKARTA–Sebagai daerah dengan rawan bencana tertinggi di Indonesia, Provinsi Jawa Barat perlu melibatkan semua pihak termasuk komunitas dan masyarakat sebagai bentuk mitigasi atau pencegahan bencana. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar sebuah bencana tidak menimbulkan korban dan materi yang begitu besar.

Ditemui usai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana Seluruh Indonesia yang digelar oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Hotel Bidakara Jakarta, pada Rabu (24/2/16), Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan, bahwa sebagai bentuk mitigasi atau pencegahan bencana, perlu melibatkan berbagai komunitas dan peran serta masyarakat di sekitar daerah rawan bencana. Selain itu, kesadaran masyarakat pun perlu ditingkatkan melalui sosialisasi dan edukasi tentang bencana yang bisa terjadi.

“Kita bentuk upaya mitigasi atau pencegahannya dulu, early warning system (sistem peringatan dini) dan menyangkut juga kerjasama dengan berbagai komunitas yang ada  yang memang concern (ahli) di bidang itu. Ini untuk pra bencana, jadi jangan menunggu bencana terjadi!” ujar Deddy.

“Kita sudah tahu titik-titik rawan yang selama ini memang selalu ada bencana. Nah, bagaimana memberitahukan dan melatih masyarakatnya bersama komunitas agar sebelum terjadi bencana harus mengungsi dulu. Misalkan hujan besar seperti di daerah longsor, saat sudah terjadi dua jam hujan - penduduk di kampung tersebut harus sudah mengungsi. Jadi korban bisa dihindari, ya syukur kalau tidak terjadi bencana. Jadi penguatan masyarakat juga sangat penting,” papar Deddy.

Deddy pun mengatakan, pihaknya kini tengah mendorong agar semua kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat untuk segera memiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) termasuk daerah yang dikategorikan tidak rawan bencana. Hal ini perlu untuk koordinasi ketika bencana terjadi, baik untuk distribusi bantuan, evakuasi korban, atau pun hal lainnya.

“Jangan main-main dengan tidak ada BPBD di setiap kabupaten/kota. Karena kabupaten/kota yang tidak punya BPBD ini gambling dengan nyawa manusia,” tegas Deddy.

Deddy menambahkan edukasi mengenai bencana pun perlu untuk dilakukan. Menurut Deddy, sekolah-sekolah perlu memberikan pendidikan atau pengetahuan tentang kebencanaan kepada anak didiknya, sehingga akan tercipta generasi sadar bencana ke depannya.

Pada kesempatan ini, Deddy pun sempat menyinggung mengenai bencana karena ulah manusia yaitu rusaknya lingkungan alam disebabkan oleh limbah industri dan penambangan liar. Menurutnya, penegakan hukum terhadap para perusak lingungan masih sangat lemah dan tidak menimbulkan efek jera.

“Bagaimana membangun kultur dari masyarakat yang peduli pada lingkungannya dan juga mengantispasi bencana. Saya kira sangat sulit pada saat penegakan hukum ini tidak betul-betul serius dibenahi dalam masalah kebencanaan, khususnya bencana yang disebabkan oleh ulah manusia itu sendiri,” tutur Deddy.

Rakornas Penanggulangan Bencana merupakan rapat kerja dan forum diskusi mengenai masalah kebencanaan dan penanggulangannya. Rakornas yang digelar dari tanggal 24-25 Februari 2016 ini dibuka oleh Menko Polhukam RI Luhut Binsar Pandjaitan dan dihadiri jajaran Menteri Kabinet Kerja lainnya, seperti Menko PMK, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan, serta Pimpinan dan Anggota Komisi VIII DPR RI.

Rakornas dihadiri peserta sekitar 3.000 orang yang berasal dari komponen pimpinan daerah baik dari tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, kementerian/lembaga, unsur TNI dan Polri, BPBD seluruh Indonesia, NGO, para Duta Besar Negara Asean, serta para Duta Besar Negara Pendonor seperti Amerika Serikat dan Jepang.

Tujuan digelarnya rakornas ini yaitu untuk mensinergikan setiap program kementerian/lembaga, antara pemerintah pusat dan daerah di dalam penanggulangan bencana. Diharapkan rakornas ini akan memberikan pemahaman kepada para peserta mengenai arah kebijakan penanggulangan bencana serta bisa meningkatkan ketangguhan pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi bencana.

Sumber :http://jabarprov.go.id/index.php/news/16183/2016/02/24/Wagub-Libatkan-Masyarakat-Dalam-Mitigasi-Bencana

22
February

Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire adalah daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik. Daerah ini berbentuk seperti tapal kuda yang mencakup wilayah sepanjang 40.000 km. Di Jalur Cincin Api Pasifik terdapatnya sekitar 400 gunung api di Indonesia, dengan 130 di antaranya merupakan gunung api aktif yang terbentang dari pulau Sumatera menyusuri pulau Jawa kemudian menyeberang ke Bali, Nusa Tenggara hingga bagian timur Maluku dan berbelok ke utara pulau Sulawesi. Meskipun demikian, hal ini membuat tanah Indonesia subur dan kaya akan mineral. Di Indonesia terjadi tumbukan tiga leopeng benua, yaitu Indo-Australia dari sebelah selatan, Eurasia dari utara, dan Pasifik dari timur, yang mengakibatkan Indonesia berada dalam bencana akibat letusan gunung api, gempa, dan tsunami.

Pemerintah berupaya mengajak masyarakat siap menghadapi bencana dengan membangun sistem penanggulangan, memberikan pelatihan, meningkatkan kewaspadaan. Salah satunya melalui Kemenkominfo yang bekerja sama dengan 4 operator seluler dan BMKG untuk meluncurkan Sistem Peringatan Bencana melalui Pesan Singkat (SMS), sebagaimana tertuang dalam amanat Pasal 20 UU No.36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi sehubungan dengan Sistem Penyampaian Informasi Kebencanaan.

Informasi mengenai Cincin Api Pasifik juga dapat diperoleh dengan mengunjungi Museum Geologi Bandung.


21
February

Tgl.21/02/2016. Pkl.16.00 wib.

Terjadi pohon tumbang 

Lokasi : di tanjakan alin ayin blok galian dkt gerbang icakan kab.ciamis.

Akibat terjangan hujan lebat dan angin kencang.

Menyebabkan pohon angsana tua tumbang. Jalur lalulintas cirebon ciamis sempat terjebak macet.

Tidak ada korban jiwa.

Upaya penganan:

Bpbd kab.ciamis berkordinasi dengan pu cipta karya untuk proses evakuasi pohon tumbang.

Hingga pkl.20.00wib. Evakuasi msh berlangsung.

Sekarang jalur lalu lintas sudah lancar kembali.demikian laporan ini saya sampaikan.

Sumber: bpbd kab.ciamis bp.yayan via. Tlp.

21
February

Telah terjadi kebakaran pada jam 15.30 wib di jl. A.Yani (Jaya Plaza kota Bandung).

 

Dampak :

Gedung perbelanjaan elektronik terbakar, api terlihat pertama kali di lt.2

 

Penyebab kebakaran : diduga sementara akibat hubungan arus pendek/konsleting aliran listrik.

 

Korban :

Korban jiwa belum diketahui.

Kerugian :

Kerugian materi belum diketahui.

 

Kondisi terakhir saat pada pengambilan data pukul : 17.17 WIB api belum dapat dipadamkan.

 

Upaya :

Proses Pemadaman api oleh dinas pemadam

kebakaran kota bandung, di karenakan api belum padam. Dan dibantu boleh pihak terkait Tni, Polri, dan warga setempat

 

Damkar menurunkan -/+ 11 unit mobil pemadam kebakaran termasuk ambulance

 

BPBD Prov. Jabar berkoordinasi dengan Damkar kota. Bandung untuk pengambilan data bencana 

 

Sumber:

Bpk. Riki damkar kota. Bandung

 

17
February

Tim gabungan basarnas, BPBD, SAR Brimob dan pihak polres smd telah berhasil menemukan dan mengevakuasi korban sebanyak 2 orang yg hilang pada hari rabu tgl 17 Februari 2015, ditemukan korban pertama a.n ujang jam 08.00 dan korban kedua a.n imam jam 08.10, dievakuasi dan dirujuk ke puskesmas darmaraja untuk dilakukan outopsi oleh pihak kepolisian.




18
January

29 Desember 2015 Online Seminar Teleconference

"Standar Tata Kelola Jaringan komputer di lingkungan OPD Pemerintah Jawa Barat" 

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat

Page 2 of 2

Alamat BPBD Jabar

  • Jalan Soekarno Hatta No. 629, Bandung
  • Telp. 022 -7313267 | 022 - 7310952
  • Fax. 022 - 7315274
  • Email: bpbdprovjabar@gmail.com

Peta Lokasi BPBD Provinsi Jawa Barat

Pengunjung Website