Artikel

Artikel (12)

31
October

Unmanned Aerial Vehicle atau sering dikenal dengan sebutan drone sekarang ini bisa dimanfaatkan untuk penanganan bencana. Khususnya di Jawa Barat saat ini sudah mulai akan menggunakan UAV sebagai alat pemantau bencana sekaligus juga dalam pemanfaatan dalam memancatau zona spasial untuk pemetaan di wilayah Jawa Barat



09
October

KOTA GARUT - Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Jawa Barat dan juga istri dari Gubernur Jawa Barat Netty Prasetiyani datang mengunjungi posko posko pengungsi korban banjir bandang di Garut. Pada hari Minggu, 2 Oktober 2016.

 

Netty hadir bersama rombongan atlet PON Jawa Barat dari cabang polo air, karate dan tenis meja. Kehadiran rombongan atlet PON yang baru saja mendapatkan medali emas ini diharapkan Netty bisa menularakan kegembiraan Jawa Barat yang berhasil menjadi Juara Umum PON XIX kepada para anak anak korban banjir bandang.

Ditemani puluhan atlet, Netty berkunjung ke tiga posko pengungsian, yaitu posko Rusunawa Bayongbong, Korem Tarumanegara, dan Islamic center Garut. Netty ingin  warga garut merasa bahwa mereka tidak sendirian menghadapi bencana ini dan anak – anak yang menjadi korban dapat termotivasi dengan kisah kesuksesan para atlet yang berhasil meraih medali. Disamping itu, Netty juga berharap dengan kunjungan ini para atlet tidak larut dalam kemenangan mereka dan peduli terhadap peristiwa yang terjadi di sekitarnya. (RH Humas BPBD Provinisi Jawa Barat)

10
October

KOTA GARUT – Presiden Joko Widodo mengunjungi korban terdampak banjir bandang di Kampung Cimacan, Garut pada hari Kamis 29 September 2016. Sebelum mengunjungi dan memberikan bantuan, Presiden Jokowi mendatangi Posko Utama Penanggulangan Bencana Banjir Bandang Garut di Kodim 0611 Garut.

Presiden Jokowi secara simbolis memberikan bantuan berupa peralatan sekolah dan kebutuhan keluarga kepada perwakilan siswa dan warga yang menjadi korban terdampak, acara ini dilaksanakan di terminal Guntur yang bersebelahan dengan kampung Cimacan. Setelah itu Jokowi berkeliling dan menyapa para warga di sekitar kampung Cimacan.

 


Pada kesempatan ini, Bupati Garut Rudy Gunawan menegaskan akan melaksanakan instruksi Presiden untuk menindak tegas pihak - pihak yang mengalih fungsikan lahan di hulu Sungai Cimanuk. Bupati Garut juga mengatakan bahwa akan merelokasi warga yang kehilangan tempat tinggal ke rusunawa. (RH Humas BPBD Provinsi Jawa Barat)

22
September

Dilaporkan pada Selasa malam, Tanggal 20 September 2016, telah terjadi bencana banjir bandang di Kota dan Kabupaten Garut, Jawa Barat. Banjir bandang diakibatkan oleh luapan sungai cimanuk yang berdampak pada enam kecamatan, diantaranya Kecamatan Garut Kota, Kecamatan Bayongbong, Kecamatan Karang Pawitan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kecamatan Tarogong Kaler, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut.

Bencana ini mengakibatkan 21 korban meninggal dunia, 16 orang masih dalam pencarian, 32 orang mengalami luka – luka, serta 433 jiwa terpaksa harus mengungsi untuk sementara. Sementara itu banjir bandang juga mengakibatkan kerusakan materil berupa 154 unit rumah rusak berat, 19 unit rumah rusak sedang, 33 unit rumah rusak ringan, 398 unit rumah terendam, 347 unit rumah hanyut, dan 4 buah jembatan rusak sedang.

BPBD Provinsi Jawa Barat sampai saat ini telah melakukan penangnan dengan melakukan pencarian 16 orang korban hilang, memberikan bantuan logistik berupa sandang dan pangan untuk para korban terdampak, dan juga mendirikan posko pengungsian. Dalam Upaya penanganan bencana banjir bandang di Kota dan Kabupaten Garut ini BPBD Provoinsi Jawa Barat bekerjasama dengan instansi – instansi terkait seperti BPBD KABUPATEN GARUT, KOREM, KODIM, POL PP, POLRES, BASARNAS, dan CORE ORARI Garut.  Hingga berita ini diterbitkan BPBD Provinsi Jawa Barat masih melakukan kegiatan penanganan bencana dan pembaharuan data dampak dari bencana banjir bandang di Kota dan Kabupaten Garut. (PUSDALOPS – HUMAS BPBD PROVINSI JAWA BARAT)

19
July

BANDUNG - Secara Statistik bencana tanah longsor di Indonesia dalam kurun waktu 2005 hingga 2014 mencapai 2.278 peristiwa. Berdasarkan Data BNPB, Jumlah kejadian longsor di Indonesia cenderung meningkat, pada tahun 2005 tercatat ada 50 kejadian tanah longsor, 2006 ada 73 kejadian, 2007 sekitar 104 kejadian dan 2008 ada 112 kejadian, lalu meningkat lagi di tahun berikutnya, yakni pada tahun 2009 ada 238 kejadian, 2010 ada 400 kejadian, Pada 2011 terjadi 329 kejadian, 2012 ada 291 kejadian, 2013 ada 296 kejadian, dan 2014 naik menjadi 385 kejadian. Jawa barat sendiri menjadi provinsi paling sering terjadi tanah longsor dengan 132 kejadian, disusul Provinsi Tengah dengan 102 kejadian, dan Jawa Timur dengan 47 kejadian.

Dengan tingginya potensi bencana longsor di Jawa Barat, Hendaknya kita bisa mempersiapkan diri sebelum terjadinya longsor dan mengetahui apa yang harus dilakukan ketika longsor terjadi, dengan cara:

  1. Upaya pencegahan untuk mengurangi dampak bencana tanah longsor :
  • Kenali daerah tempat tinggal kita sehingga jika terjadi ciri – ciri daerah rawan longsor kita dapat menghindar.
  • Perbaiki tata air dan tata guna lahan daerah lereng.
  • Tanami daerah lereng dengan tanaman yang sisten pengakarannya dalam atau pohon berdaun lebar.
  • Tutup retakan yang timbul di atas tebing dengan material kedap air (lempung) untuk mencegah air hujan masuk ke dalam tanah.
  • Selalu waspada saat musim hujan yang tinggi dalam waktu beberapa jam atau hujan tidak deras dalam waktu beberapa hari hingga beberapa minggu.
  • Waspada terhadap mata air / rembesan dan kejadian longsor skala kecil disepanjang lereng.

Yang harus dilakukan :

  • Melapor ke aparat desa setempat.
  • Tutup retakan tanah dengan lempung atau material kedap air lainnya.
  • Hindari air meresap kedalam lereng dana tur drainase lereng, pelihara secara berkala.
  • Buatlah parit pengatur air hujan menjauhi lereng, tancapkan bamboo – bamboo yang dilubangi kedua ujungnya kedalam lereng.
  • Apabila rembesan  / aliran air bercampur lumpur muncul semakin deras pada lereng segera tinggalkan lereng.

 

Hindari :

  • Mendirikan bangunan di atas lereng rawan longsor.
  • Mencetak kolam atau sawah irigasi di atas pada lereng rawan longsor.
  • Melakukan penggalian disekitar kaki lereng yang rawan longsor.
  • Menebang pohon sembarangan pada dan sekitar lereng rawan longsor.
  • Tinggal di bawah lereng rawan longsor.

Yang dilakukan setelah kejadian :

  • Lakukan evakuasi korban yang tertimbun secara hati – hati, karena penggalian pada timbunan tanah longsor di bawah tebing dapat memicu terjadinya longsoran susulan.
  • Lakukan evakuasi penduduk yang tinggal di daerah rawan bahaya ke tempat penampungan yang aman.
  • Tutup lokasi bencana (hindari kerumunan massa).
  • Cari sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk daerah penampungan korban bencana.
  • Segera hubungi pihak terkait seperti kades / lurah / camat, sehingga kejadian bencana dapat ditangani secara terkoordinasi.

Dengan memperaktekan pencegahan longsor di lingkungan sekitar dan juga memahami apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana longsor, kita bisa mengurangi resiko kerugian dari bencana tersebut. (RH/ buku saku BPBD Provinsi Jawa barat / Pusat Data BNPB)

Sketsa : estadisticainferencialvixigusa.bligoo.com.co

18
July

BANDUNG – Indonesia secara geologis berada pada jalur Ring of Fire, Ring of Fire atau lingkaran api pasifik merupakan jalur patahan lempeng tektonik. Jalur Indonesia berada di sebelah selatan samudera hindia yang mendekat ke utara, kemudian lempeng eurasia berupa patahan di sepanjang pulau Sumatera, pantai selatan Jawa, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi sampai Filipina dan Jepang. Akibatnya, Indonesia menjadi negara yang memiliki potensi gempa yang tinggi. Sudahkah kita siap jika terjadi gempa ? dibawah ini adalah beberapa hal yang harus dilakukan ketika gempa terjadi.

 

1. Bila sedang berada di dalam gedung :

 

  1. Jangan panik dan segera keluar secara tertib atau segera cari tempat berlindung, seperti di bawah meja, pojok bangunan/ tembok dan hindari tempat labil dan beresiko.
  2. Hindari jendela untuk mengantisipasi terjadi gerakan yang mengakibatkan pecahnya kaca, dan hindari tempat yang memungkinkan tergulingnya barang seperti lemari dan lain - lain.
  3. Jangan gunakan lift saat terjadi gempa, karena dikhawatirkan akan terjebak di dalam saat aliran listrik padam, gunakan tangga manual untuk jalan keluar.
  4. Bila sedang berada di dalam mobil / kendaraan, maka  segera menepi dan keluar dari mobil.

 

 2. Bila sedang berada di luar rungan, maka langkah – langkah yang harus kita lakukan adalah:

 

  1. Segera mencari ruang terbuka / lapangan.
  2. Jauhi bangunan / bangunan bertingkat, jembatan, tiang listrik, papan reklame dan pohon yang tinggi untuk mengantisipasi robohan dan runtuhan material.
  3. Ikuti petunjuk / jalur evakuasi yang telah ditentukan.
  4. Segera mencari informasi mengenai gempa yang terjadi.
  5. Jangan berjalan di dekat bangunan yang terkena bencana, untuk menghindari runtuhan material bila terjadi gempa susulan.
  6. Berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menentukan langkah – langkah selanjutnya.

 

Dengan memperaktekan dan menginformasikan hal diatas pada keluarga atau rekan terdekat, kita bisa mengurangi resiko jatuhnya korban luka – luka maupun korban jiwa. (RH / Buku saku BPBD Provinsi Jawa Barat)

 

 

Ilustrasi : www.stuartmcmillen.com

25
February

JAKARTA–Sebagai daerah dengan rawan bencana tertinggi di Indonesia, Provinsi Jawa Barat perlu melibatkan semua pihak termasuk komunitas dan masyarakat sebagai bentuk mitigasi atau pencegahan bencana. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar sebuah bencana tidak menimbulkan korban dan materi yang begitu besar.

Ditemui usai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana Seluruh Indonesia yang digelar oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Hotel Bidakara Jakarta, pada Rabu (24/2/16), Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan, bahwa sebagai bentuk mitigasi atau pencegahan bencana, perlu melibatkan berbagai komunitas dan peran serta masyarakat di sekitar daerah rawan bencana. Selain itu, kesadaran masyarakat pun perlu ditingkatkan melalui sosialisasi dan edukasi tentang bencana yang bisa terjadi.

“Kita bentuk upaya mitigasi atau pencegahannya dulu, early warning system (sistem peringatan dini) dan menyangkut juga kerjasama dengan berbagai komunitas yang ada  yang memang concern (ahli) di bidang itu. Ini untuk pra bencana, jadi jangan menunggu bencana terjadi!” ujar Deddy.

“Kita sudah tahu titik-titik rawan yang selama ini memang selalu ada bencana. Nah, bagaimana memberitahukan dan melatih masyarakatnya bersama komunitas agar sebelum terjadi bencana harus mengungsi dulu. Misalkan hujan besar seperti di daerah longsor, saat sudah terjadi dua jam hujan - penduduk di kampung tersebut harus sudah mengungsi. Jadi korban bisa dihindari, ya syukur kalau tidak terjadi bencana. Jadi penguatan masyarakat juga sangat penting,” papar Deddy.

Deddy pun mengatakan, pihaknya kini tengah mendorong agar semua kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat untuk segera memiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) termasuk daerah yang dikategorikan tidak rawan bencana. Hal ini perlu untuk koordinasi ketika bencana terjadi, baik untuk distribusi bantuan, evakuasi korban, atau pun hal lainnya.

“Jangan main-main dengan tidak ada BPBD di setiap kabupaten/kota. Karena kabupaten/kota yang tidak punya BPBD ini gambling dengan nyawa manusia,” tegas Deddy.

Deddy menambahkan edukasi mengenai bencana pun perlu untuk dilakukan. Menurut Deddy, sekolah-sekolah perlu memberikan pendidikan atau pengetahuan tentang kebencanaan kepada anak didiknya, sehingga akan tercipta generasi sadar bencana ke depannya.

Pada kesempatan ini, Deddy pun sempat menyinggung mengenai bencana karena ulah manusia yaitu rusaknya lingkungan alam disebabkan oleh limbah industri dan penambangan liar. Menurutnya, penegakan hukum terhadap para perusak lingungan masih sangat lemah dan tidak menimbulkan efek jera.

“Bagaimana membangun kultur dari masyarakat yang peduli pada lingkungannya dan juga mengantispasi bencana. Saya kira sangat sulit pada saat penegakan hukum ini tidak betul-betul serius dibenahi dalam masalah kebencanaan, khususnya bencana yang disebabkan oleh ulah manusia itu sendiri,” tutur Deddy.

Rakornas Penanggulangan Bencana merupakan rapat kerja dan forum diskusi mengenai masalah kebencanaan dan penanggulangannya. Rakornas yang digelar dari tanggal 24-25 Februari 2016 ini dibuka oleh Menko Polhukam RI Luhut Binsar Pandjaitan dan dihadiri jajaran Menteri Kabinet Kerja lainnya, seperti Menko PMK, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan, serta Pimpinan dan Anggota Komisi VIII DPR RI.

Rakornas dihadiri peserta sekitar 3.000 orang yang berasal dari komponen pimpinan daerah baik dari tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, kementerian/lembaga, unsur TNI dan Polri, BPBD seluruh Indonesia, NGO, para Duta Besar Negara Asean, serta para Duta Besar Negara Pendonor seperti Amerika Serikat dan Jepang.

Tujuan digelarnya rakornas ini yaitu untuk mensinergikan setiap program kementerian/lembaga, antara pemerintah pusat dan daerah di dalam penanggulangan bencana. Diharapkan rakornas ini akan memberikan pemahaman kepada para peserta mengenai arah kebijakan penanggulangan bencana serta bisa meningkatkan ketangguhan pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi bencana.

Sumber :http://jabarprov.go.id/index.php/news/16183/2016/02/24/Wagub-Libatkan-Masyarakat-Dalam-Mitigasi-Bencana

22
February

Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire adalah daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik. Daerah ini berbentuk seperti tapal kuda yang mencakup wilayah sepanjang 40.000 km. Di Jalur Cincin Api Pasifik terdapatnya sekitar 400 gunung api di Indonesia, dengan 130 di antaranya merupakan gunung api aktif yang terbentang dari pulau Sumatera menyusuri pulau Jawa kemudian menyeberang ke Bali, Nusa Tenggara hingga bagian timur Maluku dan berbelok ke utara pulau Sulawesi. Meskipun demikian, hal ini membuat tanah Indonesia subur dan kaya akan mineral. Di Indonesia terjadi tumbukan tiga leopeng benua, yaitu Indo-Australia dari sebelah selatan, Eurasia dari utara, dan Pasifik dari timur, yang mengakibatkan Indonesia berada dalam bencana akibat letusan gunung api, gempa, dan tsunami.

Pemerintah berupaya mengajak masyarakat siap menghadapi bencana dengan membangun sistem penanggulangan, memberikan pelatihan, meningkatkan kewaspadaan. Salah satunya melalui Kemenkominfo yang bekerja sama dengan 4 operator seluler dan BMKG untuk meluncurkan Sistem Peringatan Bencana melalui Pesan Singkat (SMS), sebagaimana tertuang dalam amanat Pasal 20 UU No.36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi sehubungan dengan Sistem Penyampaian Informasi Kebencanaan.

Informasi mengenai Cincin Api Pasifik juga dapat diperoleh dengan mengunjungi Museum Geologi Bandung.


21
February

Tgl.21/02/2016. Pkl.16.00 wib.

Terjadi pohon tumbang 

Lokasi : di tanjakan alin ayin blok galian dkt gerbang icakan kab.ciamis.

Akibat terjangan hujan lebat dan angin kencang.

Menyebabkan pohon angsana tua tumbang. Jalur lalulintas cirebon ciamis sempat terjebak macet.

Tidak ada korban jiwa.

Upaya penganan:

Bpbd kab.ciamis berkordinasi dengan pu cipta karya untuk proses evakuasi pohon tumbang.

Hingga pkl.20.00wib. Evakuasi msh berlangsung.

Sekarang jalur lalu lintas sudah lancar kembali.demikian laporan ini saya sampaikan.

Sumber: bpbd kab.ciamis bp.yayan via. Tlp.

21
February

Telah terjadi kebakaran pada jam 15.30 wib di jl. A.Yani (Jaya Plaza kota Bandung).

 

Dampak :

Gedung perbelanjaan elektronik terbakar, api terlihat pertama kali di lt.2

 

Penyebab kebakaran : diduga sementara akibat hubungan arus pendek/konsleting aliran listrik.

 

Korban :

Korban jiwa belum diketahui.

Kerugian :

Kerugian materi belum diketahui.

 

Kondisi terakhir saat pada pengambilan data pukul : 17.17 WIB api belum dapat dipadamkan.

 

Upaya :

Proses Pemadaman api oleh dinas pemadam

kebakaran kota bandung, di karenakan api belum padam. Dan dibantu boleh pihak terkait Tni, Polri, dan warga setempat

 

Damkar menurunkan -/+ 11 unit mobil pemadam kebakaran termasuk ambulance

 

BPBD Prov. Jabar berkoordinasi dengan Damkar kota. Bandung untuk pengambilan data bencana 

 

Sumber:

Bpk. Riki damkar kota. Bandung

 

Alamat BPBD Jabar

  • Jalan Soekarno Hatta No. 629, Bandung
  • Telp. 022 -7313267 | 022 - 7310952
  • Fax. 022 - 7315274
  • Email: bpbdprovjabar@gmail.com

Peta Lokasi BPBD Provinsi Jawa Barat

Pengunjung Website