Berita Umum

Berita Umum (93)

24
May

LAPORAN UPDATE BANJIR BANDANG SUBANG, Selasa, 24 Mei 2016 :

Bencana banjir bandang yang terjadi di Kp. Sukamukti pd tanggal 22 mei 2016, Pkl. 19.30 WIB, menelan korban 5 orang. Bermuka dari hujan deras pada tanggal 22 Mei 2016 yang mengakibatkan terjadinya longsoran di kampung sukamukti yang menutup aliran Sungai Cihideung yang mengakibatkan meluapnya Sungai Cihideung yang mengakibatkan banjir badang ke daerah Kp. Sukamukti, Ds. Sukakerti, Kec. Cisalak.

 

Lima orang meninggal dunia adalah:

1. Parmi 50 thn, ditemukan tanggal 22 mei 2016, Pkl. 02.00 WIB dini hari

2. Mae 17 thn, ditemukan tanggal 22 mei 2016, Pkl. 08.00 WIB 

3. Nabila 7 bln, ditemukan tanggal 22 mei 2016, Pkl. 09.30 WIB 

4.Eni 45 thn, ditemukan tanggal 22 mei 2016, Pkl. 13.00 WIB 

5.Rizal 10 thn, ditemukan tanggal 22 mei 2016, Pkl. 14.30 WIB 

 

korban luka

1. Anen 55 thn ( luka berat )

2. Musa 52 Thn ( luka berat )

3. Raza 14 Thn   ( luka berat )

4. Ma'mur 47 thn ( luka berat )

5. Umnasih 53 thn ( luka berat )

6. H. Komar 75 thn  ( luka berat )

7. Angga 4 thn ( luka ringan )

8. Tati Hartati 36 thn ( luka ringan )

 

Mengungsi: 119/388Jiwa ( SD SUKAKERTI )

Rumah Rusak Berat: 12Unit

Rumah hancur: 4            Unit

 

Upaya penanganan yang masih dilakukan

 

1.Pemenuhan kebutuhan dasar bagi para pengungsi melalui Dapur Umum Lapangan yang ditempatkan di  Kantor Desa  Sukakerti 

2.BPBD Provinsi Jabar beserta Aparat desa setempat melakukan koordinasi dengan TNI, POLRES , dan pihak terkait lainnya untuk mengambil langkah-langkah penanganan pasca bencana selanjutnya.

15
March

Kabupaten Bandung Khususnya di beberapa kecamatan yaitu di Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang, Banjaran dan Kecamatan lainnya yang terkena banjir sampai sekarang masih menunggu surut. Kejadian tersebut terus terjadi menjadi langganan setiap tahunnya pada saat musim hujan tiba di wilayah Jawa Barat Khususya di Kabupaten Bandung yang sekarang di tahun 2016 tercatat sebagai banjir terbesar dibanding kejadian-kejadian sebelumnya.

25
February

Banjir yang terjadi di RW 11,12,29 Kelurahan Kali abang Tengah Perumahan Pondok Ungu Permai Kecamatan Bekasi Utara Kecamatan Medan Satria Kelurahan Harapan Mulya Kota BekasiTerjadi banjir di beberapa wilayah di Kota Bekasi dengan Ketinggian air berkisar antara 40 cm s/d 60 cm

BPBD Kota Bekasi Berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Barat dan melakukan assessment

 

25
February

Info Pusdal-ops BPBD Kab. Sukabumi, Hari kamis 25 Februari 2016 Info Secara Visual : Cerah menurut BMKG Info Cuaca : Hujan Ringan Suhu : 22-32 C Kelembaban : 60-94 % Kec. Angin : 25 Km/Jam Arah Angin : barat Laut untuk info Kejadian Bencana tersambar Petir , Info diterima Rabu 24 Feb. 2016 20.00 WOIB dari Iwan R. Relawan BPBD Kab. Sukabumi, 2 Rumah 2 kk 10 jiwa, tersambar petir di'p. Cikareo Rt.04/08 Desa/Kecamatan Parakansalak  Kab. Sukabumi kejadian tgl 18 Februari 2016 pukul 16.00 wib tidak ada korban luka maupun jiwa, alat" elektronik rumah tangga dan sebagian rumah rusak taksiran kerugian diperkirakan Rp. 10 jt. Info Kebencanaan Hari ini Nihil

Info Abah Kuswan Relawan Kec. Palabuhanratu dan Saepulloh Relawan Kec. Cisolok di terima berita : hari Kamis 25 Feb 2016 Pukul 09.57 WIB, telah terjadi longsor, di kp datar malaning.rt04/09 desa sirnarasa kec.cikakak..pada hari jum'at tgl 19 feb 2016..longsor terjadi di kawasan kehutanan ( krng lebih 3 ha), material longsoran berupa tanah,batu danpepohonan menimpa sawah milik warga ( kurang lbih 1 ha ), tidak ada korban jiwa, rumah dan harta milil warga, kecuali sawah dan kebun.

21
February

Pada Tanggal 21 16.30 Feb 2016 telah terjadi longsor di jalan masuk menuju KRK ds.padabebghar kec.pasawahan, longsor kurang lebih seluas 50 m yg mengakibatkan akses jalan masuk KRK terputus ( lokasi 

Kerugian:

_ personel nihil.

_ materil jln masuk KRK terputus.

Demikian lap pendahuluan komandan, perkembangan situasi selanjutnya d laporkan kemudian.

 

19
February

Pencarian korban tenggelam oleh tim BPBD Karawang, Basarnas, Polres

 

15
February

Kejadian Bencana di Kabupaten Sumedang Merendam delapan Kecamatan yang terjadi akibat hujan deras, terjadi Pada hari Senin 15 Februari 2016.

Elevasi untuk TMA 60 -90cm panjamg 300mtr . Warga yg terdampak sekitar 8 kecamatan. Dari arah wado ke sumedang 3 kecamatan, dan arah sumedang 5 kecamatan.

Tiga Kecamatan diantaranya:

Kec.darmaraja
kec.wado.dan
kec.jati nunggal.

Lima kecamatan diantaranya:
Kecamatan Situ Raja.
Kecamatan Sukatali
Kecamatan Ganeas
Kecamatan Cisitu
Kecamatan Sumedang kota.

 

BPBD Provinsi Jawa Barat dengan BPBD Kabupaten Sumedang memberikan bantuan tranportasi berupa perahu dari dusun betok menuju desa sukamanah

 

 

28
January

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Haryadi Wargadibrata mengatakan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan telah menetapkan status siaga bencana banjir dan longsor di wilayahnya. “Ditetapkan dalam surat keputusan gubernur. Masing-masing kabupaten/kota supaya menindaklanjutinya,” katanya di Bandung, Kamis, 21 Januari 2016.


Haryadi mengatakan surat keputusan gubernur itu menetapkan status siaga banjir dan longsor di Jawa Barat mulai 4 Januari 2016 hingga 4 April 2016. “Tidak hanya siaga, tapi juga harus mampu mencegah,” katanya.

Menurut Haryadi, ada 15 daerah di Jawa Barat yang berpotensi menghadapi bencana banjir dan longsor. Ancaman longsor, misalnya, mayoritas berada di wilayah Jawa Barat bagian tengah dan selatan, sedangkan ancaman banjir berada di wilayah Pantura. Masing-masing daerah itu diklaimnya sudah mengetahui titik-titik rawannya.

Haryadi mengatakan sejumlah persiapan sudah dilakukan mengantisipasi bencana alam. Salah satunya persediaan logistik bahan makanan siap saji. “Kami ingin logistik dilihat langsung dan dihitung yang ada di kabupaten/kota, ditambah bantuan dari BNPB. Akhir Februari kami dorong untuk dilengkapi lagi,” katanya. Sejumlah daerah juga menerima bantuan kendaraan, perahu, serta peralatan rescue dari BNPB.

Menurut Haryadi, sejumlah daerah rawan sudah dipasangi alat bantu pemantau longsor. Alat tersebut berasal dari bantuan BPPT, LIPI, hingga bantuan Jepang. Peralatan itu langsung diserahkan pada masing-masing kabupaten/kota. “Kami menunjuk lokasinya, diperiksa, dipasang. Kabupaten/kota harus memelihara itu,” katanya.

Haryadi mengatakan informasi dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan wilayah Jawa Barat sudah memasuki musim hujan. “Curah hujan tinggi, tapi tidak konsisten. Hujan hari ini, besok lusa kering lagi. Dengan kondisi seperti ini, kabupaten/kota harus hati-hati,” katanya.

Sejumlah bencana alam sudah terjadi sejak awal Januari ini di Jawa Barat. Sepekan terakhir, misalnya, Kuningan mengalami bencana longsor dan angin puting beliung; enam peristiwa di Cianjur, yakni longsor serta banjir bandang; satu lokasi di Kabupaten Bandung mengalami longsor; serta Garut mengalami empat kali kejadian longsor. Sedikitnya tercatat satu korban tewas di Kabupaten Bandung akibat longsor.

Kepala Dinas Bina Marga Jawa Barat Guntoro mengatakan sudah menyiagakan satu set alat berat di masing-masing balai pemeliharaan jalan di wilayahnya. Petugasnya juga diminta piket berjaga menangani bencana alam di jalan raya. “Ada loadergradercrane truckdump truck, dan chainshawuntuk daerah rawan tumbang. Termasuk pekerjanya standby disiagakan, piket,” katanya di Bandung, Kamis, 21 Januari 2016.

Guntoro mengatakan sejumlah ruas jalan di Jawa Barat berpotensi rawan longsor. Beberapa ruas jalan itu di antaranya di Sindangbarang-Sukanagara, Selajambe-Cianjur, Sukabumi-Sagaranten, Pangalengan-Rancabuaya-Cidaun, Sumedang-Cagak, Wado-Garut, Bungbulang-Pameungpeuk, Cipatujah-Tasikmalaya, serta sepanjang Gentong-Malangbong, juga daerah perbatasan dengan Jawa Tengah ruas Majalengka-Gresik.

Menurut Guntoro, sepekan ini sudah terjadi longsor di sejumlah ruas jalan di Jawa Barat. Area yang terkena longsor di antaranya Pangalengan, Rancabuaya Garut, serta di Cagak Sumedang. “Di Cagak Sumedang longsor yang terjadi hampir nempel di badan perkerasan jalan. Panjang longsornya hampir 20 meter. Kita piketkan orang di sana,” ujarnya.

Prakirawan BMKG Stasiun Kelas 1 Bandung, Neneng Sugianti, mengatakan prakiraan terbaru mendapati puncak hujan di daerah Bandung dan sekitarnya tidak bergeser seperti yang terjadi di daerah lain akibat fenomena El Nino. “Daerah yang terdampak ada pergeseran, tapi untuk wilayah Bandung itu, El Nino tidak terlalu berpengaruh,” katanya saat dihubungi Tempo, Kamis, 21 Januari 2016.

Neneng mengatakan wilayah Bandung dan sekitarnya sudah memasuki musim hujan sejak November lalu. Intensitas hujan tinggi diperkirakan terjadi pada bulan Januari hingga Februari, dan puncaknya terjadi Maret. “Bandung tidak terlalu berpengaruh El Nino karena faktor dominan yang mempengaruhi terjadinya musim akibat faktor lokal, selain faktor global dan regional,” katanya.

Kendati demikian, wilayah Bandung dan sekitarnya diminta berhati-hati menghadapi kemungkinan terjadinya angin kencang yang merupakan fenomena cuaca lokal. “Daerah terdampaknya lima sampai sepuluh kilometer, waktunya singkat. Potensinya ada, tapi tidak bisa diprediksi waktunya,” kata Neneng.

Neneng mencontohkan, potensi angin kencang masih ada untuk dua hari ke depan dengan kecepatan 15 kilometer per jam, sedangkan kecepatan angin saat hujan normalnya di bawah 10 kilometer per jam. “Pengendara kendaraan roda dua, terutama saat melewati jalan layang, harus agak waspada,” ujarnya.

Wilayah Bandung dan sekitarnya juga berpotensi mengalami banjir dan longsor. Longsor, misalnya, berkaitan dengan topografi daerahnya yang miring, sedangkan potensi bencana banjir berada di wilayah Bandung Selatan. “Curah hujan tinggi itu hanya pemicunya, tergantung tutupan lahannya seperti apa. Kalau kebetulan daerahnya miring tapi vegetasinya bagus, kecil kemungkinannya. Biasanya yang tutupan vegetasinya kurang yang berpotensi,” kata Neneng.

18
January

Kepala BPBD Provinsi Jawa Barat DR.R. Haryadi Wargadibrata Drs.,Msi dan Staff menghadiri Serah terima Jabatan Kepala Kantor SAR Bandung dari Bapak Anggit M. Satoto.,S.S.,M.M, kepada Bapak Slamet Riyadi.,S.Sos.,M.M. 7 Januari 2016

 
Page 7 of 7

Alamat BPBD Jabar

  • Jalan Soekarno Hatta No. 629, Bandung
  • Telp. 022 -7313267 | 022 - 7310952
  • Fax. 022 - 7315274
  • Email: bpbdprovjabar@gmail.com

Peta Lokasi BPBD Provinsi Jawa Barat

Pengunjung Website