19
July

BANDUNG - Secara Statistik bencana tanah longsor di Indonesia dalam kurun waktu 2005 hingga 2014 mencapai 2.278 peristiwa. Berdasarkan Data BNPB, Jumlah kejadian longsor di Indonesia cenderung meningkat, pada tahun 2005 tercatat ada 50 kejadian tanah longsor, 2006 ada 73 kejadian, 2007 sekitar 104 kejadian dan 2008 ada 112 kejadian, lalu meningkat lagi di tahun berikutnya, yakni pada tahun 2009 ada 238 kejadian, 2010 ada 400 kejadian, Pada 2011 terjadi 329 kejadian, 2012 ada 291 kejadian, 2013 ada 296 kejadian, dan 2014 naik menjadi 385 kejadian. Jawa barat sendiri menjadi provinsi paling sering terjadi tanah longsor dengan 132 kejadian, disusul Provinsi Tengah dengan 102 kejadian, dan Jawa Timur dengan 47 kejadian.

Dengan tingginya potensi bencana longsor di Jawa Barat, Hendaknya kita bisa mempersiapkan diri sebelum terjadinya longsor dan mengetahui apa yang harus dilakukan ketika longsor terjadi, dengan cara:

  1. Upaya pencegahan untuk mengurangi dampak bencana tanah longsor :
  • Kenali daerah tempat tinggal kita sehingga jika terjadi ciri – ciri daerah rawan longsor kita dapat menghindar.
  • Perbaiki tata air dan tata guna lahan daerah lereng.
  • Tanami daerah lereng dengan tanaman yang sisten pengakarannya dalam atau pohon berdaun lebar.
  • Tutup retakan yang timbul di atas tebing dengan material kedap air (lempung) untuk mencegah air hujan masuk ke dalam tanah.
  • Selalu waspada saat musim hujan yang tinggi dalam waktu beberapa jam atau hujan tidak deras dalam waktu beberapa hari hingga beberapa minggu.
  • Waspada terhadap mata air / rembesan dan kejadian longsor skala kecil disepanjang lereng.

Yang harus dilakukan :

  • Melapor ke aparat desa setempat.
  • Tutup retakan tanah dengan lempung atau material kedap air lainnya.
  • Hindari air meresap kedalam lereng dana tur drainase lereng, pelihara secara berkala.
  • Buatlah parit pengatur air hujan menjauhi lereng, tancapkan bamboo – bamboo yang dilubangi kedua ujungnya kedalam lereng.
  • Apabila rembesan  / aliran air bercampur lumpur muncul semakin deras pada lereng segera tinggalkan lereng.

 

Hindari :

  • Mendirikan bangunan di atas lereng rawan longsor.
  • Mencetak kolam atau sawah irigasi di atas pada lereng rawan longsor.
  • Melakukan penggalian disekitar kaki lereng yang rawan longsor.
  • Menebang pohon sembarangan pada dan sekitar lereng rawan longsor.
  • Tinggal di bawah lereng rawan longsor.

Yang dilakukan setelah kejadian :

  • Lakukan evakuasi korban yang tertimbun secara hati – hati, karena penggalian pada timbunan tanah longsor di bawah tebing dapat memicu terjadinya longsoran susulan.
  • Lakukan evakuasi penduduk yang tinggal di daerah rawan bahaya ke tempat penampungan yang aman.
  • Tutup lokasi bencana (hindari kerumunan massa).
  • Cari sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk daerah penampungan korban bencana.
  • Segera hubungi pihak terkait seperti kades / lurah / camat, sehingga kejadian bencana dapat ditangani secara terkoordinasi.

Dengan memperaktekan pencegahan longsor di lingkungan sekitar dan juga memahami apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana longsor, kita bisa mengurangi resiko kerugian dari bencana tersebut. (RH/ buku saku BPBD Provinsi Jawa barat / Pusat Data BNPB)

Sketsa : estadisticainferencialvixigusa.bligoo.com.co

Read 1304 times Last modified on Saturday, 23 July 2016 09:16
Rate this item
(0 votes)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Alamat BPBD Jabar

  • Jalan Soekarno Hatta No. 629, Bandung
  • Telp. 022 -7313267 | 022 - 7310952
  • Fax. 022 - 7315274
  • Email: bpbdprovjabar@gmail.com

Peta Lokasi BPBD Provinsi Jawa Barat

Pengunjung Website